Friday, April 1, 2011

New Crush : Janelle Monae

Another my new crush..

meet Janelle Monae..

First met: Watching her on Grammy Awards 2011 ceremony. Performing with his friend, Bruno Mars.
With a music influence from James Brown, Out Kast, Motown, her music is so fresh. Sophisticated yet clever in writing the music. Now, Janelle is signed  a record deal under Sean Combs' record label. Her second studio album "Archandroid" was released in May 2010. Worth to Listen : "Tightrope" & "Cold War"

Saturday, August 14, 2010

My First Packages mailed from London (with Fancy Things Inside)

Two days ago, I was very thrilled. The mail that I had been waiting for had finally arrived. It was packages sent exclusively for me from London as the privilege for a winner of an ‘easy’ competition held by a major label company.

 As the delivery man stopped by then he made sure it was the correct address by calling out my name, my blood felt rushing to my head. It was an excitement. Besides that it was a long waited time, the thing made me very excited that the mail addressee is me, with letters combining my own full name written right under the label company’s, DECCA RECORDS, address. It sounded very exclusive to me. Suddenly I felt like a newcomer singer who gets the first copy of his own album a day before its worldwide launch.


The surreal moment got real as I (extra-carefully -- hoping not to leave any ‘scars’ even in the wrapping paper) opened the two separated packages. Inside these two, there were five exclusive booklets, enclosed with CD and DVD, from different five major classical musicians (obviously, because DECCA is one of the major record label that signed up musicians like Andrea Bocelli or Jamie Cullum which most of them come from classical and jazz genre). The artists were the two famous Chinese-native pianists, Lang Lang and Yuja Wang, the world- celebrated mezzo-soprano, Cecilia Bartoli, and two German-native tenor and violist, Jonas Kaufmann and Anne-Sophie Mutter. Each of the artists’ booklets are originally a press kit that made for promotional used only. So, the content of the DVD were basically just a short-preview/behind the scene and the artist interview talking about their album. Far from my expectation, I thought the DVD was a full concert. Despite of my ‘little’ disappointment, I still enjoy the freebies though. The music inside the CD were a full (not a preview) track and the graphic and design of the booklet are very delightful yet catchy. All lovely fancy things. ( I can say the price of the giveaway can be worth at least one or two million Rupiah).


Until this moment, I’m still wondering: “how lucky I am?”. Considering it was just a RT-this-tweet quiz, which it could be hundreds of twitter followers RT-ed the message, and they announced me as the winner, also regarding that they yearned to sent the prizes over the distances, from London to Jakarta, within nine days. I couldn’t be more thrilled.

Massive thanks to DECCA RECORDS xx

*details about the booklet later ;)

Saturday, August 7, 2010

I'm Back!!

Welcome (me) back!!

it's been months I haven't blogged.

Final duty is killing me that I have no time to write anything..
Lots of things been going on lately..
Dealing with delayed paper and my future life are two of the most urgent issues I'm dealing with..
Hope, I'm back in the right track, a healing track: blogging

Wednesday, June 9, 2010

Good Causes!!!

Kawan,
Hari Jumat ini (11/06) akan diadakan “Malam Apresiasi” yang diselenggrakan oleh panitia renovasi gedung gereja GPIB Jemaat PATMOS. Acara ini diadakan dalam rangka ucapan-terima kasih panitia atas partisipasi kawan semua yang telah menyumbangkan sebagaian berkatnya untuk membantu pengrenovasian gedung gereja GPIB Jemaat PATMOS di Tangerang.


“Malam Apresiasi” ini sendiri akan didukung oleh ‘duet’ maut Benny dan Berry Likumahua dkk :)


Undangan masih tersedia lho, jadi untuk kawan-kawan yang berminat mendukung penggalan dana ‘Patmos’ ini, kamu bisa mendapatkan undangan dengan menghubungi panitia pelaksana ke nomor 021 94209027 dan 021 80709951 atau 085719290014 (sdri. Anggi)


*---*


Tentang Undangan
Harga undangan adalah Rp 1.000.000,- yang seluruh profit penjualan akan digunakan sebagai donasi pembangunan Gereja Patmos. Pembayaran dapat dilakukan melalui transaksi non-tunai, dengan mentrasfer dana melalui rekening Bank BRI Cab, Tangereng (no rek. 0120-01-040303-50-7 a/n. GPIB Jemaat Patmos). Demi memudahkan pencatatan, mohon untuk mengirimkan bukti transfer ke Gereja Patmos
Fax: 021 – 5922902
Telp: 021 - 94209027




*Undangan "Malam Apresiasi" GPIB Jemaat PATMOS


Tentang GPIB Jemaat “Patmos” dan Pengrenovasiannya…
(Seperti yang dikutip dari lembar undangan “Malam ‘Apresiasi”)


“Mari, membangun bersama…”


Rumah Ibadah GPIB Patmos telah hadir di Pondok Rejeko, Kutabaru Tangerang, sejak tahun 1991. Sejak dilembagakannya pada tahun 1998, kami menggunakan ruang seluas 135 m2, diatas tanah 368 m2, sebagai tempat satu-satunya untuk melaksanakan semua kegiatan. Ibadah Hari Minggu dan pembinaan, pertemuan/rapat, serta kegiatan lain di luar hari Minggu, terpusat di gereja dengan menggunakan ruang yang sama. Syukurlah pada tahun 2009, dengan pertolongan Tuhan, kami boleh membangun ruang baru untuk kegiatan Pelayanan Anak/ Teruna, juga ruang sekretariat/kantor.


Betapa kami merindukan peningkatan dan perbaikan sarana, yang diharapkan akan menopang kegiatan persekutuan, pelayanan dan kesaksian jemaat. Karenanya, kami ingin membangun dan mempersiapkan beberapa ruang terpisah untuk setiap kegiatan. Kami juga rindu memiliki ruang khusus untuk beribadah, dimana kenyamanan, ketertiban dan hikmatnya beribadah dapat diwujudkan.


Perbaikan/pembangunan gedung gereja, penambahan dan pembagian ruang-ruang secara menyeluruh, diperkirakan membutuhkan dana Rp. 1.500.000.000 (satu setengah milyar rupiah); yang dalam rencananya dibagi dalam tiga tahap pembangunan. Saat ini, kami sedang berada di tahap pertama, dengan kebutuhan dana kurang lebih Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah).


Persediaan dana sebesar itu tidak mungkin dapat tersedia tanpa pertolongan dan hikmat Tuhan. Dengan kesadaran inilah, kami mengadakan kegiatan pencarian dan penggalangan dana. Kami pun percaya, Tuhan akan turut bekerja dalam segala sesuatu, sehingga hati banyak orang – termasuk anda, tergerak untuk menjadi dermawan yang peduli akan kebutuhan kami. Selanjutnya, dengan senang dan tulus hati ikut berbagi peran dalam mendukung usaha ini.
Demikianlah Anda ikut membangun bersama.


“Sebab kamu dibebani bukanlah supaya orang-orang lain mendapat keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan”
2 Korintus 8:13




Tentang “Malam Apresiasi”
Diadakan di Mahogany Ballroom Hotel Imperial Aryaduta, Lippo Village, pada hari Jumat (11/06) pukul 19.00 WIB. Acara akan didukung oleh penampilan Benny dan Barry Likumahua dkk serta Corr Tetelepta.


*---*
Mudah-mudahan informasi ini dapat berguna khususnya demi memperluas penyiaran kabar keselamatan. Tuhan memberkati pelayanan kawan semua :D

Friday, April 2, 2010

'Crash' of the titan..

it's another Sci-Fi movie starting Sam Worthington,"Clash of The Titan". But wait it's not sci-fi. Is it colosal, action? whatever it called, the movie kinda makes lil' bit bored.

Zeus, Medusa, Persesus, Argos ..I hate greek myth

but, positioning myself as a 3D beginner, I quit enjoyed that 1st experience. haha

Thursday, April 1, 2010

Ciputat – Lebak Bulus – Jatinangor, 5 subuh

Agak berat menjalani ini pada awalnya, eh lama-lama malah dibawa nikmat…

Berdomisili di dua daerah berbeda emang agak berat. Menimbah ilmu di bumi Parahyangan (bergeser dikit di Jatinangor pastinya), tapi tetap berkreasi di ibu kota ( juga bergeser dikit keperbatasan Jakarta-Tangerang: Ciputat).

Hampir empat tahun hidup nomaden, (untungnya) antar dua provinsi berbeda, namun belum menemukan waktu yang benar-benar maknyus untuk melakukan perjalanan rutin, khususnya perjalanan Jakarta – Jatinangor. Siang bolong, kisaran jam12 – 3, sering dicoba, hasilnya: emosian karena macet plus gerah. Jam 5-7 malam, rasanya hampir menjadi pilihan, bebas panas namun tetap saja macet di sekitar Ciputat-Lebak Bulus plus perjalanan akan sangat membosankan di dalam Primajasa (jasa angkutan kesayangan penduduk pendatang di Jatinangor) karena gelap membuat tiada ritual membaca majalah, atau textbook saat kepepet ujian satu jam berikutnya, hanya iPod usang 1gb dengan playlist yang tak kalah usang pula.

Seiring perkembangan waktu yang membuat saya makin dewasa, setidaknya, akhirnya terpikirkan oleh saya untuk mencoba sesuatu yang berbeda. Sebenarnya mencoba karena kepepet juga. Pada waktu itu, hari minggu yang selalu menjadi hari favorit untuk kembali ke habitat, ke jatinangor dari ciputat, saya tidak sempat kembali ke habitat, karena beberapa hal yang sekiranya sangat penting harus diselesaikan. Padahal keesokan harinya, mulai kuliah jam 8 pagi. Akhirnya keputusan yang sulitpun harus diambil: pulang ke Jatinangor di pagi buta. Tekat kuat bangun jam 3 pagi dan sudah harus duduk manis dalam bus jam 5 pagi.

Awalnya merengek, lama kelamaan enjoy juga. Bangun, berpakaian baju tidur, tak perlu malu, selain ditutupi jaket, saingan berbaju keren juga mana ada yang berkeliaran jam 4-5 pagi. Tak perlu sikat gigi, tak perlu mandi, selain percuma karena muka akan acak adut juga sembari tidur pulas di bus, membayar waktu tidur yang dibajak. Hanya bermodalkan cipratan air dan sabun cuci muka saja. Jam 4 subuh sudah nongkrong di depan kompleks, berdiri manis menunggu angkot yang pada jam itu enggan lewat. Angkot akan membawa saya menuju pasar Ciputat. Lokasi transit angkot ke lebak bulus, yang ternyata sudah mulai ramai. Melihat kesibukan di pasar, terlintas dipikiran: disinilah denyut ekonomi dimulai. Bukan di supermarket, perkantoran, ataupun bursa-efek. Bukan pula oleh bankir, akuntan, atau broker, melainkan oleh pedagang kelas menengah ke bawah. Penjual melakukan transaksi dengan pembeli, yang kebanyakan adalah para ibu. Para ibu keluar rumah subuh sewaktu suami-anak masih terlelap tidur, pergi ke pasar, membeli kebutuhan logistik yang nantinya disiapkan untuk orang rumah.

Wow, secara tidak langsung semua ‘penglihatan’ itu membuat saya semangat untuk menjalani hari. Ndak mau kalah dengan mereka karena saya juga perlu semangat yang begituan karena umur saya yang jauh lebih mudah (memang sudah seharusnya). Ndak mau membuang waktu. Harus semangat sesampai di Jatinangor nanti.

Friday, March 26, 2010

"Dads+Moms" playground

What could be more interesting than spending the evening doing activity with lots of 'adults'..

Yes, I just have spent 2hrs practicing on Church Choir. But today is friday,not saturday that I have regular practice with Gita Seraphim Choir (GSC) which all members are almost the same age as mine.

This is friday, the day I engroup with many Dads and Moms. Yes, parents, people whose age equals my age in double, even multiple.

My mom asked me to join our church choir singing in the good friday. Well, at the first place I thought it would be interisting to sing with many old(er) people, who are experience. But the interst was disappeared rightaway as we start to sing the first song. They, and me unfortunately, sing all of their own. Sopran, Alto, Tenor, Bass part written in the partiture were sung differently as we got too 'creative' in making another sound.

Not being mean (and high-profiling), but I can sing better. Of course, not better than Josh Groban, Maria Callas, Mariah Carey, you name it , but at least I know notes and how to sing it, 'appropriately'.

What makes worse? As I tried to correct them, they were just still doing on their own, MISTAKES, which is false to the sharp. I didn't know, whether it was all happened because of their incapability to sing it, or 'unexperienced', or because they, parents, are stubborn, as they are getting older. The best part was they talked too much, even when other choir-mates were practicing their part. Too much of carelessness. They were also throwing jokes, like us, which was not cool for me. I think it was awkward to see your parents acting like youth (but it's cool to have a youth spirit). What a playground there!

Somehow, they are still our parents (why our? sons+daughters also there). Looking at how they act, it's like our reflection maybe in the next 20-30 years, which I'm not interested to be. Very natural, as we get older, reaching half century, well thanks to God, we will act like what parents should be done. But I don't wanna be a stubborn parent who is getting 'cold' when my son/daughter try to correct me how do I look, how bad I am when cooking the breakfast. they aren't on my parent-guide list.

Quite awkward to involve in the situation like that, but "Dads+Moms" playground is just another reflection of how 'stupid' we will be